Transformasi Padma Indonesia: Perkuat Basis Riset dan Pemberdayaan Masyarakat di Jawa Timur
GRESIK – Lembaga Padma Indonesia memantapkan langkahnya untuk bertransformasi menjadi pusat riset dan pemberdayaan masyarakat yang komprehensif. Komitmen ini ditegaskan dalam dialog strategis yang berlangsung di Sekretariat Padma Indonesia, Gresik, pada Kamis, 21 Agustus 2025.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika sosial-ekonomi di Jawa Timur yang memerlukan pendekatan berbasis data dan aksi nyata di lapangan. Padma Indonesia tidak lagi hanya bergerak sebagai fasilitator kegiatan sosial, namun kini memposisikan diri sebagai institusi yang memproduksi pengetahuan melalui riset untuk mendasari program pemberdayaan masyarakat yang lebih tepat sasaran.
Riset Sebagai Fondasi Kebijakan Lokal
Ketua Padma Indonesia, Abdullah Sidiq Notonegoro, menyatakan bahwa perubahan arah lembaga ini bertujuan untuk memberikan solusi yang lebih saintifik terhadap permasalahan di tengah masyarakat. Menurutnya, sebuah perubahan sosial yang besar harus diawali dengan pemetaan masalah yang akurat dan berbasis fakta lapangan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap program pemberdayaan yang dijalankan Padma Indonesia bukan sekadar gerakan reaktif. Dengan penguatan divisi riset, kita bisa memotret potensi dan tantangan di berbagai daerah di Jawa Timur secara mendalam. Hasil riset ini nantinya akan menjadi modal bagi kita untuk merancang model pemberdayaan yang berkelanjutan bagi petani, nelayan, hingga kaum muda di pesisir,” ujar Abdullah Sidiq Notonegoro.
Tata Kelola dan Pengawasan Program
Transformasi ini juga mendapat dukungan penuh dari sisi pengawasan internal organisasi. Ketua Pengawas Padma Indonesia, Elvita Yuliati, menekankan bahwa peran riset akan meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas kerja lembaga dalam melayani masyarakat.
“Tugas kami di dewan pengawas adalah memastikan bahwa setiap data hasil riset benar-benar diimplementasikan ke dalam program pemberdayaan yang berdampak langsung. Jawa Timur memiliki karakteristik wilayah yang beragam, sehingga pengawasan terhadap jalannya riset dan eksekusi program di lapangan menjadi kunci agar manfaatnya dirasakan secara adil dan transparan oleh masyarakat,” ungkap Elvita Yuliati.
Menuju Pemberdayaan yang Mandiri
Dialog yang digelar di Sekretariat Gresik ini menjadi titik awal bagi Padma Indonesia untuk memperluas jejaring kolaborasi dengan akademisi, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Dengan menggabungkan kekuatan data ilmiah dan pendampingan masyarakat secara langsung, Padma Indonesia optimis mampu menjadi motor penggerak bagi kemandirian ekonomi dan sosial warga di berbagai pelosok Jawa Timur.
Melalui visi baru ini, Padma Indonesia berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu strategis mulai dari ketahanan pangan, literasi hukum, hingga penguatan sumber daya manusia demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih berdaya.