Padma Indonesia Dialog Penguatan Edukasi bagi Jamaah Umroh Indonesia
GRESIK – Sekretariat Padma Indonesia kedatangan tokoh yang ahli dalam manajemen perjalanan religi internasional. Pada Rabu, 20 Agustus 2025, Prayudi Harianto, seorang pengusaha perjalanan haji dan umrah internasional sekaligus penggerak edukasi jemaah, hadir di Gresik untuk berdialog bersama jajaran pengurus Padma Indonesia.
Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk membahas penguatan ekonomi komunitas yang berbasis pada ekosistem perjalanan ibadah. Mengingat tingginya antusiasme masyarakat Jawa Timur dalam melaksanakan umrah, Prayudi dan pengurus Padma melihat adanya peluang besar untuk mengintegrasikan layanan ibadah dengan pemberdayaan ekonomi umat.
Membangun Ekosistem Haji dan Umroh yang Edukatif
Dalam dialog tersebut, Prayudi Harianto menekankan bahwa perjalanan ke Tanah Suci seharusnya tidak hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan intelektual dan spiritual yang terencana. Sebagai penggerak edukasi jemaah, ia menyoroti pentingnya literasi bagi para calon jemaah sebelum berangkat.
“Ibadah haji dan umrah adalah industri yang sangat besar, namun seringkali aspek edukasi dan pemberdayaan jemaahnya terabaikan. Saya membangun sistem di mana jemaah tidak hanya mendapatkan pelayanan transportasi dan akomodasi, tetapi juga dibekali edukasi yang mendalam berbasis teknologi modern. Lebih jauh lagi, kita bisa membangun komunitas purna-umrah yang produktif secara ekonomi, sehingga keberangkatan mereka ke Tanah Suci memberikan dampak sosial yang nyata saat kembali ke tanah air,” ungkap Prayudi Harianto.
Integrasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Religi
Sekretaris Padma Indonesia, Al Muslimun, menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, Padma Indonesia dapat berperan sebagai basis penguatan kapasitas masyarakat yang ingin mempersiapkan diri secara finansial maupun mental menuju baitullah melalui program-program pendampingan dan edukasi berbasis teknologi modern.
“Kehadiran Pak Prayudi membuka cakrawala baru bagi kami. Selama ini Padma berfokus pada pemberdayaan masyarakat umum, dan kini kami melihat potensi besar dalam sektor perjalanan religi. Dengan bimbingan beliau, kami ingin memastikan warga di komunitas binaan kami mendapatkan akses edukasi umrah yang benar dan terhindar dari praktik-praktik yang merugikan, sekaligus mengajak mereka terlibat dalam ekosistem ekonomi syariah yang menyertainya,” jelas Al Muslimun.