Kolaborasi Multipihak, Buku Reinventing Muhammadiyah Telah Terbit
Kerja sama LHKP PP Muhammadiyah, Serikat Taman Pustaka, Kader Hijau Muhammadiyah, dan PADMA Indonesia sukses melahirkan buku “Reinventing Muhammadiyah: Desakan Pembaruan Gerakan Pembaharuan”. Buku setebal 568+xviii halaman ini terbilang unik: buku pertama yang ditulis puluhan kader ber-NBM.
Disusun ke dalam enam bagian yang saling berkaitan, buku ini bukan sekadar kumpulan artikel, namun juga bisa menjadi semacam peta pemikiran yang memperlihatkan bagaimana berbagai persoalan Persyarikatan sesungguhnya membentuk satu ekosistem yang saling terhubung. Kritik yang disampaikan tidak dimaksudkan untuk melemahkan, melainkan menjadi energi refleksi. Gagasan yang ditawarkan bukan sekadar idealisme, tetapi ikhtiar membuka ruang dialog sekaligus merumuskan agenda transformasi yang lebih kontekstual, dan berorientasi pada perbaikan masa depan.
Reinventing dalam buku ini bukanlah ajakan untuk mengganti identitas Muhammadiyah ataupun meninggalkan fondasi ideologinya. Sebaliknya, ia adalah ajakan untuk menemukan kembali daya pembaruan yang menjadi ruh Persyarikatan sejak awal kelahirannya. Sebab, organisasi yang besar bukan hanya diukur dari kemampuannya bertahan menghadapi perubahan, tetapi juga dari keberaniannya memperbarui diri agar tetap menjadi pelopor kemajuan. Buku ini mengundang pembaca untuk ikut memikirkan satu pertanyaan penting: bagaimana Muhammadiyah hari ini dapat terus menjadi Muhammadiyah yang dibutuhkan pada masa depan.
Daftar penulis dan judul naskahnya dalam buku ini adalah sebagai berikut:
Prolog: Muhammadiyah dan Keberanian Menemukan Kembali Daya Pembaharuannya 1
M. Busyro Muqoddas
Bagian 1. Manajemen dan Tata Kelola Organisasi
- Good Dakwah Governance (GDG) untuk Tajdid Tata Kelola Muhammadiyah 10
Ahmad Faizin Karimi
- Mengapa Muhammadiyah Terlambat Kembali ke Pelayanan Haji? . 19
Dikdik Dahlan Lukman
- Mengurai Benang Kusut Komunikasi Organisasi Muhammadiyah . 30
Dzulhajj ‘Aeyn Abe Siregar
- Paradoks Beton vs Piksel: Digitalisasi sebagai Anak Tiri di Muhammadiyah 40
Egi Dio Bagus Sudewo
- Memulai Pengarsipan Organisasi di Tingkat Ranting ………………… 47
Faisal Anas
- Mencegah Aksi Filantropi menjadi Pemaksaan Terselubung ………. 52
Faiz Nashrillah
- Menggugat Oligarki Amal Usaha dan Patologi Birokrasi Persyarikatan 58
Khikmawanto
- Paradoks Muhammadiyah: Reputasi, Persepsi, dan Realitas ……… 64
Muhammad Kamal Faza
- Menjawab Tantangan Masa Depan, Mampukah Muhammadiyah? 71
Nunung Artono
- Mengurangi Perlambatan Gerakan Dakwah Bergantung Disposisi 77
Osama Agit Pamungkas
- Menghindari Kepemimpinan Sapi Perah di Amal Usaha ……………. 85
Rahmat Balaroa
- Membedah Mitos Dilema Kepemimpinan Kader vs Profesional …. 88
Rahmat Syayid Syuhur
- Memutus Rantai Ketergantungan Persyarikatan pada Keluarga Tertentu 95
Rai Bhakti Juniar
- Pimpinan AUM dari Ormas Lain, Bolehkah? ……………………………. 100
Trimanto
- Membedah Risiko Kapitalisme Data dalam Aplikasi MASA ………… 104
Tunjung Eko Wibowo
- Menggugat Anatomi Internasionalisasi Persyarikatan ……………… 111
Wafi Shiddiq
- Akselerasi Tanpa Modernisasi Organisasi Muhammadiyah ………… 116
Rudi Syaf Putra
- Membincang CSR-TJSL dan Bibit Penyakit ‘Ngutil’ di Persyarikatan 121
Khafid Sirotudin
- Humor sebagai Bahasa Baru Dakwah dan Kaderisasi ……………….. 126
Najib Aulia Rahman
Bagian 2. Ideologi dan Pemikiran Islam
- Muhammadiyah: Titipan atau Warisan? …………………………………. 134
Abdullah Sidiq Notonegoro
- Tauhid Mukhlasiyyah: Perlawanan terhadap Berhala Organisasi …. 139
Ali Akbar Panggabean
- Salafi di Muhammadiyah: Ancaman, Potensi, atau Cermin Kekurangan? 143
Abdul Lathif Arridha
- Membangkitkan Ruh Gerakan Akar Rumput …………………………… 151
Agung Gumilar
- Menjaga Api Tajdid di Tengah Disrupsi …………………………………… 156
Agung Prabowo
- Merenda Dakwah Muhammadiyah di Tengah Gempuran Gadget .. 163
Alfin Syahrin
- Membaca Fenomena Salafisasi sebagai Krisis Kaderisasi …………… 167
Arya Aulia Razmi
- Menunggu Keseriusan Muhammadiyah Menangani Salafi ………… 174
Fahd Ahmad Arifan
- Bagaimana Mencapai Indonesia Berkemajuan? ……………………….. 178
Fadjar Shadiq
- Menyadari Penyimpangan Atas Nama Agama ………………………… 185
Feri Irawan
- Menggugat Gagasan Islam Berkemajuan ……………………………….. 188
M. Hariman Bahtiar
- Membangun Masa Depan Muhammadiyah dari Ruang Mengaji …. 192
Heni Rahmawati Su’udiyah
- Muhammadiyah Menjawab Tantangan Modernitas, Mampukah? .. 196
A. Imam Zakih Arief
- Memperkuat Eksistensi Ulama di Muhammadiyah …………………… 205
Laskar Badar Muhammad
- Menjaga Ruh Dakwah Muhammadiyah di Era Global ……………….. 209
Lismomon Nata
- Menghalau Para Penjilat: Sebuah Kegundahan Bermuhammadiyah 216
Miftakhul Husna Nasution
- Tadjid di Lidah, Tartil di Mimbar: Sebuah Kritik untuk Pimpinan ….. 219
Mustakim
- Menormalisasi Tradisi Kritik Internal ……………………………………… 224
Nashrul Mu’minin
- Memperluas Jamaah melalui Penguatan Dakwah Kultural ………… 227
Rudi Pramono
- Tarjih dan Profesionalisme sebagai Jati Diri Gerakan ………………… 230
Setiawan Dwi Nugroho
- Tauhid, kekuasaan, dan Krisis Keteladanan: Otokritik untuk Pimpinan 239
Indra Jaya Sofyan
- Rumah Besar Muhammadiyah dan Dinamika Penghuninya………… 244
Yuliar Puspa Mega
- Hastin Abhinaya Nahi Munkar………………………………………………… 249
Zulkifli Zainudun Fahmi
Bagian 3. Pendidikan dan Kaderisasi
- Paradoks Keberhasilan Muhammadiyah: AUM Besar Kader Lemah 254
Achmad Efendi
- Menata Masjid menuju gerakan MUH-MBG (Maju – Berdampak – dan Global) 262
Agusdiwana Suarni
- Muhammadiyah Besar, Jangan Biarkan Guru dan Kadernya Kecil .. 269
Akhmad Hasbul Wafi
- Urgensi Perluasan Basis Perkaderan melalui Masjid Muhammadiyah 274
Al Muslimun
- Pelajaran dari Gerakan 1000 Kader untuk Perbaikan Ekosistem Kaderisasi 279
Amrizal
- Mewaspadai Pegawai Abai: Kerja Yes, Kader No! …………………….. 287
Annas Sayyidina
- Menyoal Multi-Jabatan Kader Muhammadiyah ……………………….. 293
As’ad Bukhori
- Jalan Sunyi Menguatkan Muhammadiyah dari Akar …………………. 304
Cici Sintia Dewi
- Kader Tanpa Kesejahteraan: Kritik Kondisi Akar Rumput ………….. 308
Harbatul Ahkan Arrozy
- Tantangan Merangkul Generasi Muda dalam Ruang Dialog dan Adaptasi 313
Harum Kawaludin
- Fenomena Login Muhammadiyah dan Ujian Kesiapan Kaderisasi Akar Rumput 318
Irfan Sholahuddin Gozali
- Menyalakan Kembali Api Kaderisasi Pengembangan HW dan Tapak Suci 324
Isa Suhada
- Resto Sehat dan Playground Edukatif sebagai Bentuk Dakwah Baru 329
Isna Fatimah
- Refleksi Kader Muda atas Transisi NA ke ‘Aisyiyah …………………… 332
Jayanti Badariyan
- Mewujudkan Potensi Keahlian Pelajar dan Mahasiswa dalam Karya Nyata 337
Khamid
- Bekerja dan Membesarkan Muhammadiyah …………………………… 342
Muhammad Nasri Dini
- Menyejahterakan Kader, Menguatkan Persyarikatan ……………….. 351
Muhammad Hafid Rizki Wahyudi
- Krisis Amal Usaha Pendidikan dan Jalan Panjang Kebangkitan …… 355
Muhammad Shodiq
- Dinamika, Masalah Kontemporer, dan Dialektika Kader dalam Gerakan 367
Puto Cahyo Al Adin
- Datang, Aktif, lalu Hilang: Krisis Kaderisasi di IPM ……………………. 376
Rahimi Tiptajani
- Fomo Login Muhammadiyah, Menyesal Kemudian?…………………. 381
Rizka Sri Wulandari
- Membangun Pendidikan Muhammadiyah yang Lebih Adil…………. 386
Rudi Nofindra
- Memahami Esensi Keanggotaan dalam Gerakan Islam Berkemajuan 392
Sulton Kamal
- Menjembatani Pengurus Senior dengan Kader Muda……………….. 403
Trio Andika
- Potret Kontras dan Solusi Jurang Kualitas Sekolah Muhammadiyah 408
Umi Kultsum
- Tantangan Sekolah Muhammadiyah: Bikin Bangga Sekaligus Mengelus Dada 411
Daswati Rofiatun Sahifah
- Raksasa di AUM, Rapuh di Akar: Krisis Kaderisasi yang Terabaikan 416
Muhammad Ridwan
- Mengenali Para Pendusta Muhammadiyah……………………………… 423
Muhammad Zuhron Arofi
Bagian 4. Ekologi dan Kesehatan
- Identitas Amar Makruf Nahi Munkar dalam Ancaman Ekologi ……. 428
Alhadi Rahman Mahmud
- Menghalangi Tajdid Tenggelam Tertimbun Batu Bara ………………. 431
Ardi Setiawan
- Menjinakkan Nalar Kritis Muhammadiyah dengan Konsesi Tambang 437
Firdaus Cahyadi
- Environmental Communication Transformative Ekosistem Literasi Sampah 441
Fuandani Istiati
- Bagaimana Atap Masjid Menghasilkan Energi …………………………. 447
M. Nur Afif Aulia
- Mengawal Hutan Wakaf: Dari Kosmetik menuju Mandatori Ekologis 454
Marwal Blantara Susetyo
- Kopi dan Ekonomi Hijau: Hutan Wakaf sebagai Mesin Baru Gerakan 459
Pebriyansah
- Menjaga Jarak dari Peraduan Kekuasaan ……………………………….. 466
Rahmatullah
- Menunggu Langkah Muhammadiyah dalam Pemberantasan Narkoba 475
Royyan Mahmuda
- Peran Ormas dalam Penilaian Persetujuan Lingkungan …………….. 481
Moch. Tekad Reganata
- Sikap Kritis ‘Aisyiyah dalam Politik Ekstraksi Muhammadiyah …….. 485
Herni Ramdlaningrum
- Stop Rencana PP Muhammadiyah Gandeng Investor Tambang Emas 491
Trigus D. Susilo
- Kecewa: Sebuah Aspirasi Kader Akar Rumput Menolak Kemitraan Tambang Emas 495
Yayum Kumai
Bagian 5. Hukum dan Politik
- Antara Khittah dan Godaan Kekuasaan …………………………………. 500
Farich Fuad Filantrophy
- Dilema Independensi Muhammadiyah dalam Politik Kekuasaan … 509
Jaja Citrama
- Menjinakkan Oligarki: Taruhan Kemandirian Muhammadiyah ……. 513
Muhammad Julian Pratama Hadi
- Mewaspadai Para Penjilat …………………………………………………… 517
Mufliha Fahmi
- Menjaga Nalar Kritis dan Independensi di Tengah Kedekatan Kekuasaan 520
Suraji
- Politik Kebangsaan dan Amanah Kaderisasi ……………………………. 527
Suwaldi
- Infrastruktur DFK dan Pelemahan Ruang Sipil di Indonesia ……….. 534
Widhiyanto Muttaqien
Bagian 6. Sosial dan Ekonomi
- Bisakah Muhammadiyah menjadi Kapitalis? ……………………………. 546
Ahmad Rizky M. Umar
- Hidup-Hidupilah Muhammadiyah, Tapi Jangan Tidak Hidup Saat di Muhammadiyah 552
Hendra Hari Wahyudi
- Menjadi Muhammadiyah dalam Fenomena Kelelahan Sosial ……… 556
Nurul Qoyimah
- Ketika Kader Sibuk Bertahan Hidup, Siapa Merawat Mereka? ……. 559
Veti Setianingsih
Epilog: Menjaga yang Paling Inti, Membayangkan yang Paling Jauh…….. 564
Fathul Wahid