Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
PADMA Indonesia PADMA Indonesia

Pusat Aksi dan Studi Pemberdayaan Indonesia

PADMA Indonesia PADMA Indonesia

Pusat Aksi dan Studi Pemberdayaan Indonesia

  • Home
  • Tentang Padma Indonesia
    • Profil Padma Indonesia
    • Dewan Pengurus
    • Legalitas PADMA Indonesia
  • Informasi
    • Kemitraan
    • Opini
    • Kegiatan
    • Statistik
  • Pengumuman
  • Home
  • Tentang Padma Indonesia
    • Profil Padma Indonesia
    • Dewan Pengurus
    • Legalitas PADMA Indonesia
  • Informasi
    • Kemitraan
    • Opini
    • Kegiatan
    • Statistik
  • Pengumuman
Close

Search

Kemitraan

Kolaborasi Multipihak, Buku Reinventing Muhammadiyah Telah Terbit

By admin
September 19, 2026 5 Min Read
0

Kerja sama LHKP PP Muhammadiyah, Serikat Taman Pustaka, Kader Hijau Muhammadiyah, dan PADMA Indonesia sukses melahirkan buku “Reinventing Muhammadiyah: Desakan Pembaruan Gerakan Pembaharuan”. Buku setebal 568+xviii halaman ini terbilang unik: buku pertama yang ditulis puluhan kader ber-NBM.

Disusun ke dalam enam bagian yang saling berkaitan, buku ini bukan sekadar kumpulan artikel, namun juga bisa menjadi semacam peta pemikiran yang memperlihatkan bagaimana berbagai persoalan Persyarikatan sesungguhnya membentuk satu ekosistem yang saling terhubung. Kritik yang disampaikan tidak dimaksudkan untuk melemahkan, melainkan menjadi energi refleksi. Gagasan yang ditawarkan bukan sekadar idealisme, tetapi ikhtiar membuka ruang dialog sekaligus merumuskan agenda transformasi yang lebih kontekstual, dan berorientasi pada perbaikan masa depan.

Reinventing dalam buku ini bukanlah ajakan untuk mengganti identitas Muhammadiyah ataupun meninggalkan fondasi ideologinya. Sebaliknya, ia adalah ajakan untuk menemukan kembali daya pembaruan yang menjadi ruh Persyarikatan sejak awal kelahirannya. Sebab, organisasi yang besar bukan hanya diukur dari kemampuannya bertahan menghadapi perubahan, tetapi juga dari keberaniannya memperbarui diri agar tetap menjadi pelopor kemajuan. Buku ini mengundang pembaca untuk ikut memikirkan satu pertanyaan penting: bagaimana Muhammadiyah hari ini dapat terus menjadi Muhammadiyah yang dibutuhkan pada masa depan.

Daftar penulis dan judul naskahnya dalam buku ini adalah sebagai berikut:

Prolog: Muhammadiyah dan Keberanian Menemukan Kembali Daya Pembaharuannya               1

M. Busyro Muqoddas

Bagian 1. Manajemen dan Tata Kelola Organisasi

  1. Good Dakwah Governance (GDG) untuk Tajdid Tata Kelola Muhammadiyah            10

Ahmad Faizin Karimi 

  • Mengapa Muhammadiyah Terlambat Kembali ke Pelayanan Haji? .  19

Dikdik Dahlan Lukman

  • Mengurai Benang Kusut Komunikasi Organisasi Muhammadiyah .  30

Dzulhajj ‘Aeyn Abe Siregar

  • Paradoks Beton vs Piksel: Digitalisasi sebagai Anak Tiri di Muhammadiyah            40

Egi Dio Bagus Sudewo

  • Memulai Pengarsipan Organisasi di Tingkat Ranting …………………  47

Faisal Anas

  • Mencegah Aksi Filantropi menjadi Pemaksaan Terselubung ……….  52

Faiz Nashrillah

  • Menggugat Oligarki Amal Usaha dan Patologi Birokrasi Persyarikatan    58

Khikmawanto 

  • Paradoks Muhammadiyah: Reputasi, Persepsi, dan Realitas ………  64

Muhammad Kamal Faza

  • Menjawab Tantangan Masa Depan, Mampukah Muhammadiyah?  71

Nunung Artono 

  1. Mengurangi Perlambatan Gerakan Dakwah Bergantung Disposisi  77

Osama Agit Pamungkas

  1. Menghindari Kepemimpinan Sapi Perah di Amal Usaha …………….  85

Rahmat Balaroa

  1. Membedah Mitos Dilema Kepemimpinan Kader vs Profesional ….  88

Rahmat Syayid Syuhur

  1. Memutus Rantai Ketergantungan Persyarikatan pada Keluarga Tertentu               95

Rai Bhakti Juniar

  1. Pimpinan AUM dari Ormas Lain, Bolehkah? …………………………….  100

Trimanto

  1. Membedah Risiko Kapitalisme Data dalam Aplikasi MASA …………  104

Tunjung Eko Wibowo

  1. Menggugat Anatomi Internasionalisasi Persyarikatan ………………  111

Wafi Shiddiq

  1. Akselerasi Tanpa Modernisasi Organisasi Muhammadiyah …………  116

Rudi Syaf Putra

  1. Membincang CSR-TJSL dan Bibit Penyakit ‘Ngutil’ di Persyarikatan            121

Khafid Sirotudin

  1. Humor sebagai Bahasa Baru Dakwah dan Kaderisasi ………………..  126

Najib Aulia Rahman

Bagian 2. Ideologi dan Pemikiran Islam  

  1. Muhammadiyah: Titipan atau Warisan? ………………………………….  134

Abdullah Sidiq Notonegoro

  • Tauhid Mukhlasiyyah: Perlawanan terhadap Berhala Organisasi ….  139

Ali Akbar Panggabean

  • Salafi di Muhammadiyah: Ancaman, Potensi, atau Cermin Kekurangan?                   143

Abdul Lathif Arridha

  • Membangkitkan Ruh Gerakan Akar Rumput ……………………………  151

Agung Gumilar

  • Menjaga Api Tajdid di Tengah Disrupsi ……………………………………  156

Agung Prabowo

  • Merenda Dakwah Muhammadiyah di Tengah Gempuran Gadget ..  163

Alfin Syahrin

  • Membaca Fenomena Salafisasi sebagai Krisis Kaderisasi ……………  167

Arya Aulia Razmi

  • Menunggu Keseriusan Muhammadiyah Menangani Salafi …………  174

Fahd Ahmad Arifan

  • Bagaimana Mencapai Indonesia Berkemajuan? ………………………..  178

Fadjar Shadiq 

  1. Menyadari Penyimpangan Atas Nama Agama …………………………  185

Feri Irawan 

  1. Menggugat Gagasan Islam Berkemajuan ………………………………..  188

M. Hariman Bahtiar

  1. Membangun Masa Depan Muhammadiyah dari Ruang Mengaji ….  192

Heni Rahmawati Su’udiyah

  1. Muhammadiyah Menjawab Tantangan Modernitas, Mampukah? ..  196

A. Imam Zakih Arief

  1. Memperkuat Eksistensi Ulama di Muhammadiyah ……………………  205

Laskar Badar Muhammad

  1. Menjaga Ruh Dakwah Muhammadiyah di Era Global ………………..  209

Lismomon Nata

  1. Menghalau Para Penjilat: Sebuah Kegundahan Bermuhammadiyah          216

Miftakhul Husna Nasution

  1. Tadjid di Lidah, Tartil di Mimbar: Sebuah Kritik untuk Pimpinan …..  219

Mustakim

  1. Menormalisasi Tradisi Kritik Internal ………………………………………  224

Nashrul Mu’minin

  1. Memperluas Jamaah melalui Penguatan Dakwah Kultural …………  227

Rudi Pramono

  • Tarjih dan Profesionalisme sebagai Jati Diri Gerakan …………………  230

Setiawan Dwi Nugroho

  • Tauhid, kekuasaan, dan Krisis Keteladanan: Otokritik untuk Pimpinan    239

Indra Jaya Sofyan

  • Rumah Besar Muhammadiyah dan Dinamika Penghuninya………… 244

Yuliar Puspa Mega

  • Hastin Abhinaya Nahi Munkar………………………………………………… 249

Zulkifli Zainudun Fahmi

Bagian 3. Pendidikan dan Kaderisasi  

  1. Paradoks Keberhasilan Muhammadiyah: AUM Besar Kader Lemah           254

Achmad Efendi

  • Menata Masjid menuju gerakan MUH-MBG (Maju – Berdampak – dan Global)       262

Agusdiwana Suarni 

  • Muhammadiyah Besar, Jangan Biarkan Guru dan Kadernya Kecil ..  269

Akhmad Hasbul Wafi 

  • Urgensi Perluasan Basis Perkaderan melalui Masjid Muhammadiyah       274

Al Muslimun

  • Pelajaran dari Gerakan 1000 Kader untuk Perbaikan Ekosistem Kaderisasi             279

Amrizal 

  • Mewaspadai Pegawai Abai: Kerja Yes, Kader No! ……………………..  287

Annas Sayyidina 

  • Menyoal Multi-Jabatan Kader Muhammadiyah ………………………..  293

As’ad Bukhori 

  • Jalan Sunyi Menguatkan Muhammadiyah dari Akar ………………….  304

Cici Sintia Dewi 

  • Kader Tanpa Kesejahteraan: Kritik Kondisi Akar Rumput …………..  308

Harbatul Ahkan Arrozy 

  1. Tantangan Merangkul Generasi Muda dalam Ruang Dialog dan Adaptasi               313

Harum Kawaludin 

  1. Fenomena Login Muhammadiyah dan Ujian Kesiapan Kaderisasi Akar Rumput                    318

Irfan Sholahuddin Gozali 

  1. Menyalakan Kembali Api Kaderisasi Pengembangan HW dan Tapak Suci                 324

Isa Suhada 

  1. Resto Sehat dan Playground Edukatif sebagai Bentuk Dakwah Baru         329

Isna Fatimah 

  1. Refleksi Kader Muda atas Transisi NA ke ‘Aisyiyah ……………………  332

Jayanti Badariyan

  1. Mewujudkan Potensi Keahlian Pelajar dan Mahasiswa dalam Karya Nyata             337

Khamid 

  1. Bekerja dan Membesarkan Muhammadiyah ……………………………  342

Muhammad Nasri Dini 

  1. Menyejahterakan Kader, Menguatkan Persyarikatan ………………..  351

Muhammad Hafid Rizki Wahyudi 

  1. Krisis Amal Usaha Pendidikan dan Jalan Panjang Kebangkitan ……  355

Muhammad Shodiq 

  1. Dinamika, Masalah Kontemporer, dan Dialektika Kader dalam Gerakan                   367

Puto Cahyo Al Adin 

  • Datang, Aktif, lalu Hilang: Krisis Kaderisasi di IPM …………………….  376

Rahimi Tiptajani 

  • Fomo Login Muhammadiyah, Menyesal Kemudian?…………………. 381

Rizka Sri Wulandari

  • Membangun Pendidikan Muhammadiyah yang Lebih Adil…………. 386

Rudi Nofindra

  • Memahami Esensi Keanggotaan dalam Gerakan Islam Berkemajuan       392

Sulton Kamal

  • Menjembatani Pengurus Senior dengan Kader Muda……………….. 403

Trio Andika

  • Potret Kontras dan Solusi Jurang Kualitas Sekolah Muhammadiyah         408

Umi Kultsum

  • Tantangan Sekolah Muhammadiyah: Bikin Bangga Sekaligus Mengelus Dada      411

Daswati Rofiatun Sahifah

  • Raksasa di AUM, Rapuh di Akar: Krisis Kaderisasi yang Terabaikan 416

Muhammad Ridwan

  • Mengenali Para Pendusta Muhammadiyah……………………………… 423

Muhammad Zuhron Arofi

Bagian 4.  Ekologi dan Kesehatan

  1. Identitas Amar Makruf Nahi Munkar dalam Ancaman Ekologi …….  428

Alhadi Rahman Mahmud 

  • Menghalangi Tajdid Tenggelam Tertimbun Batu Bara ……………….  431

Ardi Setiawan

  • Menjinakkan Nalar Kritis Muhammadiyah dengan Konsesi Tambang        437

Firdaus Cahyadi

  • Environmental Communication Transformative Ekosistem Literasi Sampah             441

Fuandani Istiati

  • Bagaimana Atap Masjid Menghasilkan Energi ………………………….  447

M. Nur Afif Aulia

  • Mengawal Hutan Wakaf: Dari Kosmetik menuju Mandatori Ekologis        454

Marwal Blantara Susetyo 

  • Kopi dan Ekonomi Hijau: Hutan Wakaf sebagai Mesin Baru Gerakan         459

Pebriyansah 

  • Menjaga Jarak dari Peraduan Kekuasaan ………………………………..  466

Rahmatullah 

  • Menunggu Langkah Muhammadiyah dalam Pemberantasan Narkoba    475

Royyan Mahmuda 

  1. Peran Ormas dalam Penilaian Persetujuan Lingkungan ……………..  481

Moch. Tekad Reganata 

  1. Sikap Kritis ‘Aisyiyah dalam Politik Ekstraksi Muhammadiyah ……..  485

Herni Ramdlaningrum 

  1. Stop Rencana PP Muhammadiyah Gandeng Investor Tambang Emas      491

Trigus D. Susilo

  1. Kecewa: Sebuah Aspirasi Kader Akar Rumput Menolak Kemitraan Tambang Emas           495

Yayum Kumai

Bagian 5. Hukum dan Politik

  1. Antara Khittah dan Godaan Kekuasaan ………………………………….  500

Farich Fuad Filantrophy 

  • Dilema Independensi Muhammadiyah dalam Politik Kekuasaan …  509

Jaja Citrama 

  • Menjinakkan Oligarki: Taruhan Kemandirian Muhammadiyah …….  513

Muhammad Julian Pratama Hadi 

  • Mewaspadai Para Penjilat ……………………………………………………  517

Mufliha Fahmi

  • Menjaga Nalar Kritis dan Independensi di Tengah Kedekatan Kekuasaan                520

Suraji 

  • Politik Kebangsaan dan Amanah Kaderisasi …………………………….  527

Suwaldi 

  • Infrastruktur DFK dan Pelemahan Ruang Sipil di Indonesia ………..  534

Widhiyanto Muttaqien 

Bagian 6.  Sosial dan Ekonomi

  1. Bisakah Muhammadiyah menjadi Kapitalis? …………………………….  546

Ahmad Rizky M. Umar 

  • Hidup-Hidupilah Muhammadiyah, Tapi Jangan Tidak Hidup Saat di Muhammadiyah         552

Hendra Hari Wahyudi 

  • Menjadi Muhammadiyah dalam Fenomena Kelelahan Sosial ………  556

Nurul Qoyimah 

  • Ketika Kader Sibuk Bertahan Hidup, Siapa Merawat Mereka? …….  559

Veti Setianingsih 

Epilog: Menjaga yang Paling Inti, Membayangkan yang Paling Jauh…….. 564

Fathul Wahid

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Diskusi Gender VI, PSG-PSI UMG dan PADMA Indonesia Petakan Potensi Peningkatan Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan Daerah

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Liputan Media

  • Afederasi - Liputan Permata Gel. 1
  • Radar Gresik - - Liputan MoU Padma Indonesia & UMG
  • PWMU - Liputan MoU Padma Indonesia & UMG
  • Berita Jatim - Liputan Permata Gel. 1
  • Radar Gresik - Liputan Permata Gel. 1
  • Viva - Liputan Permata Gel. 1

Artikel Terbaru

  • Kolaborasi Multipihak, Buku Reinventing Muhammadiyah Telah Terbit
  • Diskusi Gender VI, PSG-PSI UMG dan PADMA Indonesia Petakan Potensi Peningkatan Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan Daerah
  • Diskusi Gender V, PSI UMG dan PADMA Indonesia Kaji Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dalam Program Bunda Puspa Pemkab Gresik
  • Diskusi Gender IV PSG UMG dan PADMA Indonesia Soroti Minimnya Representasi Politisi Perempuan di Indonesia
  • Diskusi Gender III PSG UMG dan PADMA Indonesia Bedah Penanganan KDRT dan Budaya Patriarki
  • Membincang Kodrat vs Konstruksi Sosial: Diskusi Gender II Ajak Masyarakat Baca Ulang Peran Perempuan dalam Kebudayaan
  • Di Balik Secangkir Kopi: Membaca Cangkruk sebagai Cermin Relasi Gender di Gresik
  • Pemahaman Gender Berubah Mengikuti Dinamika Sosial: Catatan Reflektif Diskusi I Studi Gender Multiperspektif
  • Padma Indonesia dan Diskominfo Pemkab Gresik Perkuat Kolaborasi Konten Kreator Bawean
  • Memperkuat Demokrasi di Akar Rumput melalui e-Voting
Copyright 2026 — PADMA Indonesia. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme